SAMPIT – Pedagang dipasar rakyat baik yang di dalam kawasan lapangan dan trotoar Stadion 29 November Sampit masih mengeluhkan harga sewa tempat atau lahan dagang yang mereka tempati.

Beberapa pedagang dikawasan pasar rakyat mengatakan beberapa harga sewa tempat dagang yang diberikan kepada pedagang ternyata bervariasi bahkan ini menjadi lahan jula beli lapak oleh oknum dikegiatan tersebut.

Contohnya salah satu pedagang dompet dan aksesoris wanita harga yang harus dia bayar adalah Rp3.500.000 selama karnaval berlangsung.

Sementara masih di kawasan yang sama seorang pedagang baju pakaian dan perabotan rumah tangga asal banjar tanpa nama menerima penarikan biaya Rp 4000.000 itu termasuk biaya listrik. Namun belum termasuk uang kebersihan.

Penarikan uang kebersihan juga berbeda disebutkan ada Rp2000-Rp5000. Menariknya, panitia pelaksana meminta biaya gerobakan sepatu dengan patikan Rp600.000 selama acara berlangsung . Namun uang keamanan dan uang iuran kebersihan tatap di pungut juga.

“Banyak pungutan mas seperti uang keaman keamanan dan kebersihan. Sedangkan acara disini aman saja,” ujar Ateng pedagang gerobakan di Sampit Karnaval 2017, (10/2/2017).

Hebatnya lagi, panitia juga menarik uang pajak berjualan bagi pedagang pentol yang berjualan diluar pagar Stadion dengan biaya Rp100.000 selama berlangsungnya acara karnaval itu, termasuk pungutan keamanan dan kebersihan. (jmy/beritasampit.co id)